Akhirnya Dapat Sertifikat COVID-19 Vaccine di NSW

Aku salah satu orang yang sangat mendukung vaksinasi buat COVID 19. Ya iyalah orang namanya juga kena wabah masak tah kita nggak mau memerangi wabah. Temen-temen terdekat dan sekitar aku udah hafal deh aku selalu ingetin mereka untuk vaksin. Kalau ada orang yang bilang belum tentu tau itu ramuan vaksin kandungannya apa, yang penting bukan ramuan tradisional dan nenek monyang juga bukan ramuan mbah dukun. Sudah diteliti dan sudah melewati berbagai macam proses. Kenapa harus menentang dengan pemikiran awam kita? Dan sok membandingkan pemikiran kita dengan tenaga ahli profesional?

Kalau dibilang kan gak tau efeknya nanti itu kedepannya kayak apa karena kan itu penemuan baru. Yah, gorengan yang dari minyak berkali-kali pake sampe item legam yang katanya bisa bikin kanker juga udah dikonsumsi dari sejak orok. Belum lagi alkohol, rokok? Susah makanya kalau sampai berhubungan sama orang yang pemikirannya ajaib. Yang sok sok mau sok keren dan jagoan tapi salah kaprah. Kecuali kalau yang bersangkutan tidak bisa di vaksin karena suatu kondisi tertentu, lain ceritanya. Tapi itu juga ini kan Australia men, Sydney, canggih. Gratis aja bener-bener di taking care sedemikian rupa dan semua diagnosis atau treatment juga canggih nggak seperti jaman purbakala yang semuanya pake katanya, kayaknya, kira-kira. Omg capek deh. Anyway... inilah kenapa sekali lagi, perbedaan pendapat memang adalah hal yang lumrah. Dan kita juga orang berpendidikan yang bisa perbedaan pendapat mana yang lumrah, dan yang ignorant yang cuma mengandalkan pemikirannya yang narrow sekali. Sekarang yang vaksin udah mandatory dimana-mana dan sudah ditentukan kalau belum lewat 80% double dosed vaksin maka yang gak mau vaksin itu tidak bisa menikmati kebebasan seperti yang sudah divaksin. Dan yakin 100 persen pasti juga yang banyak komplain dan kekeh alesan ini itu tadinya pasti mau gak mau udah vaksin juga.

Di Sydney sini, kita ada semacam kartu kesehatan dari pemerintah, namanya Medicare aku sudah pernah singgung masalah ini. Dan disini vaksin semuanya gratis, memang pertamanya di Sydney sini agak susah untuk mendapatkan vaksin karena giliran sesuai umur. Dan sebagai warga atau penduduk yang baik apalagi pendatang, ya udah stand by aja kalau seandainya belum dapat giliran tetep jaga protokol kesehatan sambil tetep cari slot. 

Bahkan disini kalaupun tidak ada kartu kesehatan juga ada vaksin gratis di pharmacy apalagi sekarang ini dimana-mana suka ada pop up. 

Bukan mau sok-sok membaik-baikkan diri sendiri pas pada heboh Astrazeneca bikin meninggal, aku daftar aja AZ, kan yang ada resiko meninggal yang memang ada kondisi kesehatan tertentu, dan jangankan AZ kalau seandainya gak mau vaksin trus apes kena COVID juga meninggal juga kan. Seperti yang aku bilang disini, ada konsultasi sama dokter dulu nggak yang merem-merem main di cubles aja. 

Vaksin pertama aku AZ tanggal 12 July 2021. Efek setelah vaksin pas pulang kerumah, i was feeling so weak, demam, tapi nggak panas tinggi kira-kira 2 harian maunya tidur aja dan lengan bekas divaksin bisa bebas digerakan lagi setelah 4 hari. Not that bad! Nih puji Tuhan masih hidup makin sehat lagi 😁



Disini jarak AZ sebenernya harus 12 minggu karena tingkat COVID di NSW sedang tinggi-tingginya maka pemerintah menganjurkan 6-12minggu. Ya kalau orang yang negative aja pemikirannya pasti bilangnya mencla mencle amat sih, gak bisa dipercaya, meragukan, see... pasti yang baca blog ini capek deh dan pasti gak sedikit yang heran kok ada orang model seperti itu didunia ini, *smile* banyak. Anyway  aku bikin janji 6 minggu di app di medical centre yang sama dengan medical centre pas aku dapat vaksin pertama kali. Aku telfon ke kliniknya untuk tanya boleh nggak ya kalau vaksin 6 minggu, Kata staffnya harus konsul ke dokternya disini kita panggil dokter GP (General Practitioner) alias dokter umum. Aku bilang tapi aku gak mau dateng buat konsul apalagi disaat COVID seperti sekarang ini, kan nggak safe. She said no no, you don't have to come here, Dr. Brody will call you, so your number is bla bla bla. OMG aku shock, biarin aja dikata lebay, ini gratis loh! Beneran gratis, dan dokter disini itu bener-bener totalitas, kita nggak ada ditarik biaya apapun buat medical card ini, nggak model seperti BPJS yang perbulan kita harus bayar berapa gitu ini beneran gratis karena ini dari pemerintah. Kok pemerintah bisa baik banget? Ya anggarannya didapat dari pajak, setiap orang dengan pendapatan minimal sekian harus bayar pajak nah dari pajak itu disalurkan sama pemerintah sini untuk kasih tunjangan-tunjangan dan apapun yang pemerintah canangkan begitu. Dokter nelfon nggak cuma untuk vaksin COVID aja tapi untuk semua yang tidak bisa dan tidak merasa perlu datang ke rumah sakit atau klinik, dokter akan telfon mereka. Dokter Brody nama GP aku telfon ramah banget dokternya aku tanya dokter aku mau vaksin kedua jarak 6 minggu boleh nggak, bisa nggak, kata dokter lebih baik 8 minggu saja. Kalau 6 minggu terlalu cepat, trus dokter nanya ada yang bisa dibantu lagi? Dan juga nanya apakah aku perlu bantuan buat booking, ya ampun baik sekali kan.

Karena kita lockdown dan klinik aku itu termasuk dalam area yang concern jadi aku nggak bisa kesana buat second jab atau vaksin. Akhirnya ya aku daftar ke deket rumah aku disini yang cuma jalan kaki aja paling 300 meter.

Puji Tuhan sudah komplit vaksinnya dan efek setelah vaksin kedua nggak ada efek apapun dan tidak ada keluhan apapun. Nggak seperti setelah vaksin pertama dan bener-bener merasa biasa dan normal-normal aja.

Sehari setelah aku vaksin kedua sertifikat vaksinku langsung keluar dan aku bisa simpen di wallet di iPhone. 

Off course mau vaksin atau tidak mau vaksin adalah pilihan seseorang. Dan itu juga badan-badan mereka, dan untungnya aku nggak ada circle yang seperti itu di pertemanan aku. Semua peduli dan mau untuk di vaksin, karena sebenarnya vaksin ini bukan untuk diri kita sendiri tapi juga untuk sekeliling kita keluarga kita dan siapapun yang kita sayangi. Dengan di vaksin berarti kita ada kekebalan, jadi kita nggak gampang spreading ke keluarga kita, karena kita tidak pernah tau seberapa kebal mereka sama COVID ini.

Lots of Love 
D







Comments

Popular Posts